Seperti apa Bentuk Perlindungan Merk

Perlindungan dalam merk menentukan kemajuan dan perkembangan satu industri yang lagi Kamu kelola. Disamping itu, perlindungan brand pun mencegah banyak pelanggaran yang dilakukan oleh pihak tidak bertanggungjawab. Sejumlah pelanggaran yang ada di Indonesia umumnya berhubungan dengan penggunaan, pendomplengan, ataupun penjiplakan brand ternama.

Pendaftaran Merek

Merk begitu gampang ditiru serta peluang besar ini bakal makin menguntungkan pelanggar jika merk tidak di protek pemiliknya. Maka, penting untuk Kamu tahu tentang bentuk proteksi merk usaha. Bila merk ataupun produk Kamu memang belum tercatat, usahakan untuk tidak menyebarluaskan brand itu di social media ataupun jejaring lainnya. Karena, kemudahan berkunjung ke jejaring sosial ini yang kerap kali disalahgunakan pelanggar untuk mengambil merk yang belum memperoleh perlindungan. Lalu, mereka bakal menciptakan tiruannya serta memasarkannya lihat syaratnya disini.

Situasi bakal semakin buruk bila merk tadi didaftarkan, nyatanya bukan pencuri itu yang membuatnya. Hal inilah yang menjadikan pihak berwajib ataupun yang berwenang di dunia HAKI menganjurkan para pemilik brand yang belum tercatat untuk tidak mengumumkan mereknya hingga memperoleh hasil akhir dari Dirjen HKI. Lalu, seperti apa bentuk proteksi yang bakal diterima merk ataupun brand yang didaftarkan perlindungannya kepada Dirjen HKI?

Hak Paten

UU mengenai Merek sudah mengatur seperti apa bentuk perlindungan merk secara hukum. Hingga siapa pun yang mendaftarkannya bakal mendapat proteksi, sementara yang melanggar bakal memperoleh sanksi sepadan. Paling tidak terdapat 2 bentuk instrumen yang diterapkan, yaitu yang memiliki sifat preventif serta represif. Bentuk perlindungan merk bersifat preventif? Kalian musti mengajukan proses registrasi kepada Dirjen HKI untuk memperoleh instrumen perlindungan itu. Disamping mengisi formulir, terdapat lampiran yang musti dipenuhi berbentuk keterangan ataupun lisensi yang dibuat menurut perjanjian.

Terdapat 2 perjanjian lisensi yang wajib diketahui, yakni yang bersifat eksklusif (penerima hak merupakan satu-satunya pihak yang patut memperoleh lsensi) serta non-eksklusif (terdapat pihak lain yang bisa memperoleh lisensi). Lalu, dengan sistem first to file, Kamu musti bergerak cepat didalam pendaftaran merk ataupun brand sebelum ada yang mendahului. Disamping itu, terdapat dua sistem yang bakal Kamu temukan ketika lagi mendaftarkan merk, yaitu sistem deklaratif serta konstitutif.

Hak Kekayaan Intelektual

Sistem deklaratif adalah satu sistem yang mengatakan bila hak merek ada sebab adanya penggunaan pertama. Didalam hal ini, manfaat dari pendaftaran sebetulnya bukan memberi hak, tetapi sangkaan ataupun dugaan yang mengarah kepada orang yang mereknya terdaftar. Menurut UU, orang itu merupakan pemakai kesatu merk yang terdaftar. Kemudian sistem konstitutif adalah sistem yang mengatakan hak merek baru diluncurkan sehabis pendaftaran yang punya kekuatan dilakukan. System ini umumnya dilakukan untuk memperoleh hak merk menurut pendaftarannya.

Bentuk perlindungan selanjutnya, yakni instrumen perlindungan represif, adalah instrumen yang memberikan proteksi tidak cuma menurut pendaftarannya, tapi juga ganti rugi (dan pembatalan pendaftaran merk) berupa pidana melalui penegak hukum. Lalu, seperti apa bentuk perlindungan merk represif dilakukan? Untuk penyelesaian hukumnya, instrumen ini memakai perdata yang dilakukan lewat pengadilan ataupun ligitasi. Gugatan ganti ruginya bakal memberhentikan pembuatan, pemakaian, penjualan, dan/atau penyebarluasan produk menggunakan hak merek.

Ada pula jalur di luar pengadilan ataupun di non-ligitasi yang menjadikan pihak-pihak yang ikut andil untuk mengakhiri perselisihan melalui arbitrase ataupun ADR (Alternatif Penyelesaian Sengketa) dengan mediasi konsolidasi, serta negosiasi. Berikutnya, seperti apa bentuk perlindungan merk instrumen represif ditegaskan lebih lanjut lewat pasal 72 ayat (1) UU Merek 2001 yang mengungkapkan jika brand ataupun merek memberi hak kepada pemilik yang sudah terdaftar untuk menggugat individu ataupun badan hukum yang tidak ada izin menggunakan merk dengan kemiripan secara separuh ataupun keseluruhan.

Gugatan itu bisa Kamu ajukan pada Pengadilan Niaga dan supaya makin maksimal, paling tidak tuntutan harus memenuhi 3 syarat, diantaranya 1) merk yang dipakai tergugat mempunyai kesamaan di sisi pokok ataupun keseluruhan dengan yang dimiliki oleh orang lain, 2) merk orang lain tadi telah tertera di DUM, dan 3) penggunaannya tidak dibarengi hak. Ganti rugi yang didapatkan dari gugatan tersebut dapat bersifat materiil maupun imateriel. Kemudian, pemilik brand atau merek maupun penerima lisensi dari merk itu bisa melayangkan tuntutan pada pihak yang tidak ada izin menggunakan brand yang punya kesamaan sebagian ataupun keseluruhan, entah itu dalam bidang barang atau jasa. Hubungi konsultan ini bila anda masalah dengan hal ini atau kunjungi situsnya di Patendo.com.

Tindakan perdata serta pidana umumnya diambil bila kedua belah pihak tidak memperoleh kata sepakat ataupun gagal mencapainya. Agar proses penyelesaian dari sengketa efektif serta berjalan pas rencana, maka nomor dua belah pihak harus memperhatikan serta menjunjung tinggi hak mendengar ataupun didengar. Di sisi lain, kenal bentuk perlindungan bakal mempermudah Kamu dalam memproteksi merk ataupun brand serta membantu Kamu membereskan perkara yang berhubungan dengan merk. Baca juga artikel ini ya http://renekarnash.com/branding-produk-makanan-untuk-para-pelaku-bisnis-dunia-kuliner/

Leave a Reply

Your email address will not be published.